Perbaikan Manajemen Sistem Penetasan Telur Itik di Desa Kota Daro II, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir
DOI:
https://doi.org/10.22437/mqyg6z06Kata Kunci:
Desa Kota Daro II, itik, manajemen mesin tetas, penetasan buatanAbstrak
Desa Kota Daro II, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir memiliki potensi dalam pengembangan usaha itik, namun efisiensi penetasan masih rendah karena peternak belum memahami manajemen penetasan buatan dan tidak memiliki induk betina yang cukup. Penggunaan mesin tetas belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan mengenai pemilihan telur, pengaturan suhu dan kelembapan, pembalikan telur, serta penanganan DOD. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak terkait perbaikan manajemen sistem penetasan telur itik melalui sosialisasi dan pelatihan teknis. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan mesin tetas, pengenalan prosedur seleksi telur tetas, serta penjelasan mengenai faktor teknis yang mempengaruhi keberhasilan penetasan. Edukasi juga diberikan melalui pembagian leaflet sebagai media bantu pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak sangat antusias mengikuti sesi sosialisasi dan praktik lapangan. Data awal memperlihatkan tingkat penetasan hanyan 20% (60 ekor menetas dari 200 telur), sehingga peningkatakan kapasitas teknis menjadi kebutuhan mendesak. Melalui kegiatan ini, peternak memahami pentingnya pemilihan telur yang sesuai, stabilitas suhu dan kelembapan, sanitasi inkubator, serta manajemen risiko ketika terjadi pemadaman listrik. Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengoperasikan mesin tetas serta menerapkan manajemen penetasan yang lebih terstandar, sehingga mampu meningkatkan daya tetas dan memperkuat kemandirian penyediaan bibit itik di Desa Kota Daro II
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Aplikasi Teknologi dan Ilmu

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.