PEMBERDAYAAN KWT ANGGREK DALAM PENERAPAN ECO FARMING TERINTEGRASI PADI DAN ITIK DI DESA SELAT KECAMATAN PEMAYUNG
DOI:
https://doi.org/10.22437/w5sdzv49Kata Kunci:
Eco Farming, Padi, ItikAbstrak
Permasalahan budidaya itik di Desa Selat adalah kurangnya pengetahuan. Alternatif yang dapat dilakukan melalui penerapan model eco farming integrasi tanaman padi-itik. Keuntungan petani yang menggembalakan itik di sawah, (1) Dapat pupuk organik, (2) mengurangi gulma seperti keong mas, (3) mengurangi pestisida dan (4) merangsang pertumbuhan padi., (5) kombinasi sistem padi-itik dapat menurunkan biaya produksi, meningkatkan produksi padi dan rekomendasi teknologi ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam budidaya padi-itik terpadu dengan mempertahankan produktivitas padi, serta pengurangan penggunaan agrokimia dan mempertahankan kelestarian lingkungan. Kegiatan PKM dimulai dari survei lokasi, diskusi dengan Ketua KWT dan anggotanya untuk menemukan masalah dan mencari solusinya., sosialisasi, pelatihan keterampilan, penyuluhan, demontrasi penerapan eco farming secara kooperatif. Bibit itik berjenis Mojosari diperoleh dari peternak itik yang berada di Jembatan Emas berjumlah 30 ekor berumur antara 5 – 6 bulan yang siap bertelur dengan berat rata – rata 1,4 – 1,6 kg. Hasil kegiatan Pengabdian menunjukan adanya peningkatan partisipasi dari anggota KWT Anggrek untuk mengembangkan ternak itik. Anggota kelompok secara berkala mempelajari cara budidaya itik dengan mengikuti pelatihan dan mencari informasi yang di media sosial atau internet. Keberhasilan dalam menjalankan suatu usaha dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan motivasi berwirausaha. Untuk keberlanjutan usaha budidaya itik perlu membangun kemitraan dengan pihak lain terutama untuk mengatasi masalah keterbatasan modal dalam berusaha, diharapkan adanya bantuan sarana dan prasarana untuk budidaya itik.
Unduhan